Reflecting Upon A Year : Ingress Indonesia Resistance Community

Firdaus Ariefatosa

2013-11-29 10:05:45+0700

Reflecting Upon A Year : Ingress Indonesia Resistance Community

Jika ditanyakan kapan komunitas ini terbentuk, tentu jawabannya tidak akan
mudah. Berawal dari sebaran individu yang masing-masing di wilayahnya punya
ketertarikan yang sama dengan Ingress. Jakarta, Bali, Bandung, Jogja,
Manado, Pontianak, Medan atau kota-kota lain di Nusantara pun punya cerita
dibalik komunitas ini. Ketika itu, satu tahun yang lalu, masing-masing kita
bahkan mungkin masih terlalu *gagap* sekaligus *sumringah* dengan Ingress
itu sendiri. Belum banyak sumber yang membantu kita untuk sekedar tahu
aturan main sederhana, *gameplay*, apalagi strategi.

Namun begitu upaya untuk berkomunikasi satu sama lain tidak lama kemudian
mulai menemukan jalannya. Tidak lama setelah Ingress menyiapkan ruang di
Google Groups Ingress Resistance, kita pun mulai menyegerakan diri untuk
ikut ber-sarasehan juga (http://goo.gl/ArFGIl).

*21 November 2012*,
*We are… The Resistance for Indonesia Region. We will further strategize
to defend our region*
Posting pertama di Google Groups *[Resistance] Indonesia* muncul, yang
tidak lama kemudian kawan-kawan di Bali memberi kabar bahwa Bali
Chapter mulai dibangun. Kemudian berlanjut juga sambutan Kota Malang, juga
Kota Surabaya.

Tidak berhenti sampai disini, struktur ruang Google Groups (Mailing List)
memang masih sangat terbatas. Begitu juga Google+ Page +Ingress Indonesia
Resistance
dengan segala
keterbatasan yang memang bukan di design untuk ruang komunitas hanya kita
manfaatkan sebagai simbol keberadaan dan entitas semata.

Google+ Community ketika itu belum ada. Tapi hal ini tidak kemudian
menghalangi usaha masing-masing wilayah untuk terus berkomunikasi via COMM,
Messenger (Sebelum Hangouts) atau Japri. Sampai baru beberapa bulan
berikutnya, G+ Community tersedia dan dirasa cukup menyediakan ruang untuk
komunitas ini.

Bulan ini, November 2013, menandakan berlalu nya 1 tahun komunitas ini
mulai dirintis sampai hari ini. Lebih dari 350 Member yang sudah bergabung.
Kawan-kawan Moderator di masing-masing wilayah terus berusaha berbenah
untuk mempererat silaturahmi ini.

Bukan berlebihan ketika semakin hari, perjalanan komunitas ini semakin
terasa berat, kawan lama berganti kawan baru. Guncangan dari dalam dan luar
komunitas ini selalu berkaitan erat dengan Gameplay Ingress sendiri. Lawan
main kita, The Enlightened, juga mungkin punya pengalaman serupa.
Bentuk-bentuk pelanggaran TOS, Tindakan tidak fair atau bahkan *personal
harassment* mulai bermunculan. Individu-individu tertentu di masing-masing
faksi juga punya friksi satu sama lain.

Tapi layaknya tubuh manusia yang semakin dewasa semakin bijaksana.
Seharusnya goresan-goresan kecil seperti itu malah menjadi semakin
memperkuat sistem kekebalan tubuh kita dan bukan sebaliknya. Game ini bisa
saja selesai kapanpun. Pencapaian-pencapaian tertentu jelas akan terlalui.
AP, Level, Badge itu semula menjadi tujuan kita, maka selayaknya bergeser
menjadi aksesoris komunitas semata. Masing penting, tapi ada yang lebih
penting.

Pengalaman Gathering, Obrol sana-sini di Chat Room, OPS, Sharing Passcode
bahkan pengalaman pergi ke kota lain dan disambut oleh ‘Brother & Sister’
se-komunitas ini bukanlah hal yang murah dan bisa disepelekan begitu saja.
Sejak awal kita semua menggunakan panggilan BRO dan SIS, adalah upaya
paling sederhana untuk menciptakan hubungan se-erat panggilan “Wahai,
saudaraku!”, -*and indeed, yes, We are Brothers and Sisters, of Ingress
Indonesia Resistance*

*Terimakasih Bro & Sis*

Hari ini, semoga saja cuaca cerah pagi hari ini (setidaknya di Jakarta)
terus berlangsung hingga malam nanti. Malam ini, Jumat 29 November 2013,
Pukul 19.00 WIB, mari kita berkumpul lagi untuk berbagi cerita seperti
biasa. Meeting Point : Gambir Station (Portal “Mosque of Gambir”). (Bisa
dilihat di EVENT).

CC : Moderators & Fellows
Jabodetabek : +adhrie sugiarto
+Iftiron Y.Trisnanto
+Ari Nugroho P
+eko hermawan
+Aswin Regawa

Cikarang dan Karawang : +Sukma Jati
+Nugraha Suryaji

Bandung (Jawa Barat) : +Dichi Al Faridi

Jogja (Jawa Tengah) : +Abiya Wyanto
+adi wirawan

Surabaya : +Wan Chung +Rudolf
Sukeandra

Malang : +Prima Astiadi
Bali : +Rai Supriadi Regawa
Pontianak : +Wompy Pratomo
Manado : +Andrew Lumi
Medan : +Bakwan Reloaded
Malaysia : +Alunnata Mulyadi

Chicago, USA : +Ron Raido

Reshare IIR to the world!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.